Hari ini terbesit rasa kangen dengan seorang sahabat yang dulu jadi mak comblang antara Cc dengan Ai, sebut saja dia dengan Angel. Ketika Ai pertama kali bercerita pada Angel bahwa Ai dengan kenal dekat dengan Cc, Angel bertanya dengan ketus kepada Ai “Cewek yang mana lagi sih? Kali ini berapa lama bisa bertahan?”

Angel bertanya seperti itu bukan karena rasa cemburu atau takut kehilangan seorang sahabat, tapi lebih kepada melindungi Ai dari rasa sakit hati karena kegagalan demi kegagalan dalam percintaan. Ai sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa wanita sebelum Cc, tapi entah kenapa niat Ai yang untuk serius itu belum ‘gayung bersambut’ dengan wanita-wanita itu. Setiap Ai mengalami kesedihan, Angel selalu jadi tempat mencurahkan sakit hati dan kekecewaan Ai.

Pada suatu kesempatan, Cc diperkenalkan dengan Angel lewat conference called ketika Ai masih bertugas di Seram-Ambon. Ketika selesai conference called bertiga, Angel dan Cc melanjutkan pembicaraan berdua saja, tetap lewat telepon hanya saja kali ini tanpa Ai. Angel yang mengerti Ai luar dalam, sifat dan pengalaman cinta nya lebih tepatnya mengintrogasi Cc malam itu. Apa yang sebenarnya Cc rasakan tentang Ai, bagaimana Cc mengenal Ai, kenapa Ai, dan sebagainya. Tidak ada sedikit pun di hati Cc terbesit rasa jengah karena di introgasi oleh Angel, karena niat Cc adalah benar dan tulus berkomitment dan mencintai Ai dengan segala kelebihan dan kekurangan Cc. Sejak itu Cc kalau merasakan apa yang sehubungan dengan komitmen bersama Ai, Cc pasti share dengan Angel.

Angel sahabat yang baik, pendengar yang setia bagi Ai dan Cc. Dia mengintrogasi Cc dengan pedas, memberi wejangan yang panjang, membisikkan rahasia-rahasia Ai kepada Cc supaya Cc menerima Ai dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Angel juga yang jadi mak comblang ketika Cc dan Ai pertama kali bertemu. Ketika masing-masing dari kami (Cc dan Ai) tidak yakin dengan ‘Apakah dia merasakan hal yang sama, merasakan chemistry diantara kami?’ Maka Angel lah yang membisikkan kepada masing-masing dari kami bahwa sebenarnya ‘gayung’ kami bersambut. Jangan ragu menyatakan komitment.

Kalau dibuat dengan step-step pekerjaan, Angel sudah melakukan banyak hal bagi Cc dan Ai. Filter, Introgasi, Jadi comblang, Mengawasi, Mensupport dan menjadi pendengar yang baik dan pemberi solusi yang menenangkan ketika Cc gundah.

Dimana lagi bisa mencari teman, sahabat seperti Angel?? Berkah dari Tuhan lah maka Cc bisa mengenal Angel dan menjadikan Angel sebagai bagian dari hidup Cc dan Ai. Seorang sahabat yang hanya bisa Cc lihat fotonya, Cc dengan suaranya lewat telepon dan Cc baca tulisan-tulisan cerdasnya lewat situs social facebook. Kami selama ini belum pernah ada kesempatan untuk bertemu muka karena Angel tidak berada di dekat Cc dan Ai. Karena pekerjaan dan suatu hal, Angel harus berpindah-pindah dan penuh dengan kegiatan ini dan itu. Bahkan sampai ketika Angel mengalami kecelakaan parah yang hampir merenggut nyawanya ketika dia sedang studi dan ikut kompetisi internasional di luar negeri, Cc dan Ai hanya bisa berdoa dan berdoa kepada Yang Kuasa untuk memberikan kesempatan hidup bagi sahabat kami Angel. Kami terus mengikuti perkembangan masa-masa kritis Angel lewat manager-nya Angel lewat telepon. Dan ketika Angel sudah siuman, dan dengan keterbatasannya, Angel tetap berusaha berkomunikasi dengan Kami. Namun karena kecelakaan itu, Angel sekarang harus rehabilitasi agar bisa pulih seperti sedia kala.

 Disana……… nun jauh disana Angel berada dalam dunia nya, berdiam diri dalam masa rehabilitasinya. Jauh dari Cc dan Ai. Ingin rasanya Cc melakukan lebih dari sekedar sms dan doa untuk mendukung kesembuhan Angel. Cc dan Ai ingin memberi sedikit keceriaan dalam dunia mu.

Angel…………..

Cc kangen dengan suara ketus, lantangmu ketika Angel mengintrogasi Cc.

Cc kangen dengan wejangan-wejangan panjang yang tidak terlupakan bagi Cc

Cc kangen dengan keceriaan-keceriaan dan semangat mu.

Jangan putus asa dengan kondisi mu yang sekarang ya. Tetap berjuang untuk kesembuhan mu, jangan menarik diri dari kami.

Doa Kami selalu menyertai usaha mu disana untuk mencapai kesembuhan mu

Love and hugs from 2 Xiong Mao (Panda) to our dearest Angel

Fiiuuu…….. sudah lama sekali gak nge blog ya. Tidak terasa malah sekarang sudah berganti tahun. Tidak sedikit yang sudah Cc alami bersama dengan Ai dan teman-teman yang selama ini dengan setia selalu bersama.

Kali ini Cc merasakan beberapa kejanggalan setiap kali tidur malam. Sudah sekitar 3minggu ini Cc tidak bisa tidur dengan nyenyak, selalu dihantui oleh mimpi-mimpi buruk atau yang tidak jelas tapi sangat mengganggu. Bahkan 2hari yang lalu gangguan saat tidur itu menyeruak ke alam nyata dan sampai membangunkan Ai.

Pagi nya Cc langsung browsing lewat ‘Om Google’ mengenai apa sih mimpi buruk itu dan apa penyebabnya.

Menurut National Library of Medicine, Amerika Serikat, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami mimpi buruk, yaitu:

- Makan sebelum tidur, hal ini akan meningkatkan aktivitas otak.

- Perasaan cemas dan stres yang terpendam.

- Sedang mengalami peristiwa besar dalam hidup, misal kehilangan orang yang dicintai.

- Sedang sakit, terutama demam.

- Efek samping dari obat tertentu.

- Konsumsi alkohol yang berlebihan.

- Sesak napas atau penyakit pernapasan lainnya.

- Sering mengalami insomnia.

Sumber: HealthFinder.gov

Setelah Cc telaah beberapa saat, mungkin jadi karena batuk-batuk Cc yang berkepanjangan ini yang menyebabkan gangguan-gangguan tidur, atau bisa jadi karena stress pekerjaan. Yang pasti, Cc tetap berusaha untuk percaya kepada Yang Maha Menciptakan- Tuhan bahwa Ia akan selalu melindungi Cc dalam keseharian, bahkan dalam tidur sekalipun. Sementara ini kalau susah tidur, tinggal minta dipeluk Ai atau minta ‘obat tidur cinta’ saja dari Ai :D hehehehehe

champagneHappy Anniversary Ai!!

Seharusnya kemarin tanggal 2 Oktober Cc mengucapkan itu. Tapi masing-masing dari kita sama sekali tidak ingat :D

Tidak terasa ya Ai……. Komitmen kita sudah berjalan 11 bulan 1 hari, bulan depan sudah 1 tahun deh. Hidup Cc penuh dengan warna sejak Cc mengenal Ai. Rasa syukur itu tidak ada habis Cc panjatkan pada Sang Pencipta karena sudah mengirimkan seorang Ai sebagai pendamping hidup Cc.

Dalam perjalanan pulang di kereta tadi Cc banyak introspeksi diri. Semua ingatan ketika pertama kali kenal, lika liku yang kita hadapi, lalu kenapa Ai bisa berpikiran negative terhadap Cc. Banyak yang Cc pikirkan dalam perjalanan pulang, dari sana lah Cc baru ingat kalau kita kemarin anniversary :D

Cc jadi teringat ucapan Ai beberapa bulan yang lalu ketika masih bertugas di Negeri Serambi Mekkah, Akhirnya Kita Sama Seperti Pasangan Lain. Sama seperti pasangan lain maksudnya kita akhirnya bisa selisih paham atau ada ketegangan. Saat itu hanya karena kesalah pahaman, dan stress di tempat kerja, Ai langsung menilai Cc Tidak Bisa Mempercayai Ai untuk Menjaga Kesehatannya Sendiri. Sms itu membombardir emosi dan perasaan Cc padahal saat itu Cc sedang bergelantungan, sesak-sesakan di kereta perjalanan pulang dengan kondisi tubuh luar biasa capek dan stress juga dari kantor. Once again in the name of love……. Cc menahan emosi supaya tidak terpancing mengeluarkan kata-kata yang nanti akan Cc sesali sendiri. Cc hanya mengetik pesan singkat “Nanti ya Ai kita bicarakan baik-baik kalau Cc sudah sampai di rumah”

Cc sangat menyadari pentingnya komunikasi bagi pasangan, karena itu jangan sampai kesalah pahaman berlarut-larut tanpa ada pembicaraan untuk mencari sebab timbulnya permasalahan itu. Begitu sampai di rumah, Cc langsung meraih Hp di tas dan menelpon Ai untuk meluruskan kesalah pahaman yang ada.

2angelsAkhirnya Kita Sama Seperti Pasangan Lain. Iya Cinta ku, itu benar sekali. Sama seperti pasangan lain yang diuji kebersamaannya dengan adanya masalah. Selama ini Cc merasa hubungan kita seperti hubungan 2 malaikat. Terlalu mulus, tidak ada pertengkaran, tidak ada masalah. Semua lurus-lurus saja. Padahal ada salah seorang ‘Cupid’ yang berperanan penting dalam hubungan Cc dan Ai berkata “Pertengkaran-pertengkaran itu ibarat seperti bumbu dalam suatu hubungan percintaan. Dengan adanya sedikit permasalah justru makin mempererat hubungan tersebut, untuk menjaga agar hubungan tetap hangat. Kalau semuanya mulus-mulus saja nanti malah bisa bosan dan kehilangan chemistry nya” Jadi bukan dengan sengaja atau memang menciptakan masalah, akhirnya selisih paham itu muncul dengan seiringnya waktu. Selisih paham yang semakin mendewasakan dan sebagai pembelajaran untuk hubungan Cc dengan Ai.

Jangan pernah berhenti mencintai, menyayangi, memahami dan menerima pasangan kita apa adanya. Karena pasangan kita diciptakan untuk melengkapi kelemahan kita.

 

Jakarta, 03-Oktober-2009: 05.35pm

desperateBerkali-kali Cc selalu menekankan pada diri sendiri untuk bersabar dan bersikap ikhlas dengan apa yang terjadi pada diri Cc terkhususnya untuk urusan pekerjaan. Berusaha keras mempertahankan akal sehat ditengah-tengah tumpukan hitam dan himpitan emosi. Kalau untuk urusan pekerjaan (tugas/ job desk), Cc sekarang sudah tidak mau terlalu ‘ngoyo’ dan memforsir diri sendiri untuk menyelesaikan tugas. Cc sadar keterbatasan daya tahan dan emosi yang Cc miliki karena itu Cc tidak mau sampai sakit lagi hanya karena berusaha menyelesaikan pekerjaan dari kantor, yang jelas-jelas kantor tidak bisa menilai bagaimana memberikan feedback yang baik dan yang seharusnya pada karyawannya.

Cc sudah bekerja di perusahaan yang sekarang selama 3tahun 1bulan. Dengan latar belakang pendidikan yang jauh berbeda dengan pekerjaan yang sekarang Cc geluti, membuat Cc extra keras untuk bisa mengerti dan belajar dan terus belajar agar bagaimana tugas-tugas Cc bisa selesai dan berjalan dengan semestinya. Orang bilang, Cc itu modal nekat, tidak sedikit teman yang menyangsikan Cc bisa bertahan lama bekerja disana.

Tittle Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) dan sudah ko-as kok ngerjain administratif dan keuangan sih

Sayang banget kenapa tidak diteruskan saja sampai selesai, kok malah sekarang kerja yang jauh dari apa yang dipelajari di kampus

Emang lo bisa ngurus keuangan? Bisa buat laporan keuangan?

Banyak komentar-komentar yang berusaha menciutkan nyali Cc dan berusaha membuat Cc kehilangan kepercayaan diri. Namanya juga sudah himpitan ekonomi, mau tidak mau semua orang harus bisa bertahan. Kalau hanya mengandalkan tittle SKG dan berharap bisa bertahan dengan hanya jadi Asistant Dokter Gigi, Cc sudah pasti akan jadi gembel dalam waktu singkat.

Sejak Papa (Paman yang membesarkan Cc) meninggal karena serangan jantung, dunia Cc jungkir balik. Orang yang selama ini menunjukkan jalan dan mendukung Cc secara moril dan materiil sudah tidak ada. Tanpa firasat apapun, atau keluhan sakit seperti halnya penderita jantung lainnya, Papa meninggalkan kami semua. Karena tidak ingin menyusahkan Mama dan Kakak dan mengurangi harta peninggalan alm.Papa untuk membiayai sisa perjalanan masa Ko-as Dokter Gigi, Cc memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Cc memutuskan untuk bekerja di luar bidang kesehatan gigi, karena Cc tau kalau hanya dengan mengandalkan tittle SKG dan Ko-as yang tidak selesai, Cc tidak akan bisa bertahan.

Kebetulan Cc diperkenalkan oleh bekas teman kost kepada salah satu pemilik perusahaan yang baru dibangun. Dengan berbekalkan sedikit kemampuan Bahasa Mandarin, Cc mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan dagang yang mengimport barang dari China. Semua Cc pelajari sendiri, hanya dengan berbekalkan sedikit informasi dari bekas teman kost yang bekerja satu gedung tapi lain perusahaan, Cc mengadaptasikan yang Cc dapat dan ditambah dengan yang Cc pelajari ketika bertugas dibagian Public Health ketika jadi mahasiswi praktek.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, semua bergulir begitu saja. Semua Cc lalui penuh perjuangan panjang, penuh keringat dan airmata. Dari tiada menjadi ada, dari tidak dikenal menjadi dikenal banyak pelanggan. Dari hanya 3karyawan (Bos, Cc dan kurir) sekarang sudah ada 7karyawan (termasuk Bos) dan 1orang konsultan Pajak. Seiring waktu perusahaan besar dan berkembang bersama dengan kematangan Cc akan pemahaman mengenai pekerjaan.

Cc terlalu naif dengan mengharapkan perusahaan suatu saat nanti akan memperhatikan kesejahteraan dan memberikan feedback yang layak bagi karyawan yang berdedikasi tinggi bekerja mati-matian demi kelangsungan dan kesejahteraan perusahaan. Yang berlaku disini adalah korupsi, kolusi dan nepotisme.

looking up 4 betterSekarang saatnya Cc menata kembali hidup yang berkaitan dengan pekerjaan. Sekali lagi mempertahankan akal sehat Cc dan berani memutuskan sesuatu demi kebaikan diri dan kesehatan jiwa. Menatap jauh ke depan dan tidak melihat lagi ke belakang. Saat nya akan tiba, nanti…….. Saat yang tepat untuk mengundurkan diri dan memutuskan ikatan dari rantai kemelut yang mencengkram dan membelit akal sehat dan daya tahan Cc.

daddy guide meI whisper your name in the wind,
And see the stars in your twinkly eyes,
I think of you all the times,
All the times,
My father,
My Hero………

(Clara Ng: Dimsum Terakhir)

Hari ini masuk tahun ke-4 Cc kehilangan orang yang Cc panggil dengan sebutan Papa. Papa sebenarnya adalah paman Cc  (Suami dari Bibi pertama). Karena suatu alasan, orang tua kandung Cc tidak bisa membesarkan Cc dengan kedua tangan mereka sendiri, maka dari itu Cc dibesarkan dan di didik sejak umur 3bulan oleh Bibi dan paman, yang kemudian Cc panggil dengan sebutan Mama dan Papa. Sementara orang tua kandung Cc dipanggil dengan sebutan Mami dan Papi (Enak dong, punya 2pasang orang tua :p)

Tadi malam Cc baru selesai membaca salah satu Novel Clara Ng yang berjudul Dimsum Terakhir. Ketika Cc sampai pada bagian dimana Sisca kembali dari Singapore, datang dan berbicara kepada ayahnya yang sedang koma di ruang ICU……… air mata Cc mengalir dengan deras, mengenang saat-saat Papa sudah tidak ada lagi. Beruntung Papa meninggal dengan tenang, tidak meninggal dalam sakit yang berkepanjangan ketika serangan jantung itu datang. Semuanya datang begitu cepat dan tiba-tiba tanpa ada yang merasakan firasat apapun.

Papa Rudy sesosok ayah yang “serba luar biasa”. Luar biasa ulet dan luar biasa keras. Dari bukan siapa-siapa, Papa membangun semuanya dari bawah sehingga Ia diakui dan dipandang orang. Untuk urusan Luar biasa keras, memang seperti itu cara Papa mendidik kami. Perang mulut, adu argumentasi, itu sudah jadi makanan sehari-hari kami. Jangan harap bisa membantah Papa kalau tidak bisa mengajukan argumentasi yang pas.

He is my friend
He is my enemy
He is my teacher
He is my hero
He is my Papa

Cc kirimkan doa dari lubuk hati terdalam dengan air mata dan ke ikhlasan seorang anak untuk Papa terkasih.

I Love you Papa, you always in my heart

lonely“Nanti tanggal 12 aku ke Aceh lagi untuk 2minggu. Lalu pulang sebentar lanjut lagi ke Seram-Ambon, mungkin untuk 1minggu. Gak apa-apa kan Yank?”

“Hhhmmm…….Gak apa-apa, namanya tugas ya harus dijalankan. Tanggung jawab yang diemban ya mengharuskan seperti itu. Mau apalagi. Cc gak apa-apa kok Yank.” Ucap Cc sambil mendaratkan kecupan di pipi Ai dan kemudian memeluk Ai dengan erat.

Semakin dekat dengan hari keberangkatan Ai ke Aceh dan kemudian memikirkan bahwa Ai akan lanjut lagi bertugas ke Seram untuk waktu kurang lebih 1minggu membuat hati Cc terduduk lemas. Hati Cc terdiam, berusaha tegar karena Sang Logika menopang Hati dengan sekuat tenaga.

Cc tidak boleh terlihat lemah untuk menghadapi Ai yang bertugas keluar kota. Secara tidak langsung Cc dijadikan patokan atau role model oleh Adek yang kemarin-kemarin baru mulai mencoba bersikap lebih dewasa dan mengerti Abang. Jangan sampai Adek kehilangan pegangan akan keyakinannya untuk mengerti kesibukan Abang.

Sayangku Ai……….

Disini saja, di sudut pribadi ini, dan kali ini saja boleh kan hati Cc bicara jujur. Ai tidak usah menjawab apa-apa, tidak usah bersikap apa-apa. Karena Cc sudah tau jawabannya, Cc sudah tau bagaimana harus menyikapinya, Cc sudah tau apa itu tanggung jawab, Cc sudah tau apa yang Ai rasa ketika jauh dari Cc. Kalau Ai membahasnya di rumah, Cc akan bersikap seperti terkena Amnesia. Ibaratkan saja seperti Cc berteriak sekencang-kencangnya pada sebuah drum kosong dan kemudian menutupnya dan membuangnya jauh-jauh.

PLEASE DON’T GO, I NEED YOU. JUST SIT NEXT TO ME, HUG ME TIGHT and please don't goLET ME FEEL YOUR PRESENT.

Sikap Mr. W yang menyebalkan, Rasa Tidak Dihargai, Dianggap Remeh dan Sedikitnya Apresiasi dari Perusahaan tempat Cc bekerja semua itu menggerogoti Cc. Sikap super duper cuek itu sedang Cc bangun lagi saat ini. Bisakah Cc tetap membangun pertahanan tanpa Ai (Kekanak-kanakan sekali ya, kok harus ada Ai disamping Cc. Memangnya tidak bisa tanpa kehadiran fisik?)

Kalau seperti iklan di televisi yang anak kecil tidak berhenti merengek-rengek meminta keju dari ibunya “Keju Ma, Keju Ma, Keju Ma………….” sambil menarik-narik lengan baju ibunya. Cc membayangkan bagaimana kalau Cc jadi sang anak merongrong dan merengek-rengek pada Ai sang ibu dengan perkataan “Jangan Pergi Ai, Jangan Pergi Ai, Jangan Pergi Ai…………….”  Seberapa kesalnya Ai dibuat Cc seperti itu ya……….. Hehehehehehehe………

Ajaib Ai……….. Setelah Cc mencurahkan apa isi hati, walaupun hanya dengan kata-kata singkat- 2 paragraf singkat dan membayangkan seperti iklan itu…….. Tekanan di dada sudah terangkat 1/2nya. Nanti sisa yang 1/2 lagi akan diatasi Hati dan Logika Cc.

Tenang saja Sayang………. Cc sudah bisa tersenyum lagi kok. Cc akan tetap tegar dan tersenyum seperti biasanya. Memanjakan Ai seperti biasanya dan menopang emosi kita berdua karena jarak yang terbentang ini.

 Sang Hati mengawali paginya dengan Survey rumah untuk tempat tinggal barunya. Pertama-tama yang dilakukannya adalah menghampiri Kantor Pemasaran Property favorite-nya yaitu SEPOCI KOPI. Banyak hal-hal termenungmenarik yang Sang Hati temukan disana. Awalnya hanya sebatas melihat dari luar dan mengagumi, kemudian mulai masuk kedalam. Si empunya Kantor pemasaran property tersebut sangat ramah. Banyak pengelana, musafir atau masyarakat biasa yang bertandang disana dan betah. Setiap harinya mereka menjadi pengunjung setia SEPOCI KOPI.

Sang Hati melihat gambar rumah-rumah beserta dengan cerita pembuatannya yang tergantung rapi di dinding Kantor SEPOCI KOPI. Rumah-rumah tersebut sudah berpenghuni, dan penghuni-penghuni rumah tersebut adalah pengunjung setia Kantor SEPOCI KOPI. Ada sebagian pengunjung setia yang dulunya mendapat inspirasi dan mulai membangun rumah mereka masing-masing.

Sang Hati diberikan petunjuk menuju rumah-rumah pengunjung setia SEPOCI KOPI. Sang hati mulai berkelana ke rumah-rumah tersebut. Mengintip melalui jendela-jendela rumah mereka dan semakin jauh tertarik kedalam apa yang ada di rumah tersebut. Setiap harinya sang Hati menandai jalan menuju rumah-rumah mereka supaya lain kali lebih mudah bertandang kesana.

Sang Hati sering mampir dan mengintip lagi di jendela itu. Mengagumi apa yang ada disana, dan banyak belajar. Mengagumi penataan, isi dan cerita dibalik pembuatan rumah tersebut, sambil membandingkan dengan rumah yang ditempatinya dulu. Sang Hati mulai membuat beberapa list barang apa yang harus disiapkan dan apa yang jangan dipakai di rumah nya yang baru kelak.

Menunggu arsitek dan pemborong datang hari Jumat malam ini serasa penantian yang panjang………….. Sabar ya………. Kata Sang Hati pada dirinya sendiri.

Grab_bag_goodness_by_missmonster“Biarkan aku bicara semua yang ingin aku ucapkan dan yg ada dipikiranku.Bebaskan aku!!!!!!!!!!” Teriak Sang hati.

“Kenapa aku tidak bisa menjadi diriku  sendiri di rumah yang kuciptakan? Toh aku membangun rumah ini supaya aku nyaman….. supaya aku menuangkan semua keluh kesah dan ingatan-ingatanku!” Sang hati makin meradang….. Duduk salah…… Berdiri salah………

“Sabar Sang hati…….. Kamu telah memilih sarana dan tempat umum untuk membangun tempat tinggalmu. Ada aturan-aturan sendiri yang harus kita patuhi. Salah mu sendiri kenapa membangun rumah di gray area. Kalau kamu mau membangun rumah di white area, jangan kotori daerah itu dengan kecerobohan yang keluar lewat jari-jari lentikmu itu. Sekalian saja kamu bangun rumahmu di black area. Disana kamu bisa jadi dirimu sendiri, mau kamu teriak-teriak, bernyanyi dengan suara sumbangmu atau bercinta dengan kekasihmu sekalipun, tak akan ada masalah.” Sang Logika membereskan barang-barang pribadinya dan bersiap untuk pindah dengan Sang Hati.

“Hehehehehehehe………. betul juga katamu, Logika. Aku belakangan ini sudah survey ke black area. Disana nyaman, jauh lebih nyaman dari sini. Bahkan aku sangat mengagumi orang-orang yang tinggal disana, mereka orang-orang yang hebat dan berbakat. Aku yakin kamu akan senang berkenalan dengan mereka.” Sang Hati mengambil kardus-kardus besar dan membantu Sang Logika membereskan barang-barang pribadinya.

“Tapi kali ini kamu jangan salah langkah lagi ya, Hati. Pilih orang yang ahli dibidangnya untuk mendesign rumah barunya. Jangan main asal pindah lalu kamu berteriak ‘tidak nyaman’. Keledai bodoh saja tidak akan jatuh pada lubang yang sama. Jadi kamu juga jangan lebih bodoh dari keledai. Cari hari yang tepat untuk pindah-pindah” Sang Logika berdiri dan berkeliling rumah. Dipegangnya miniatur roller coaster, sofa biru laut yang nyaman dan kotak obat besar yang selama ini jadi pegangan mereka dalam menjaga kesehatan.

“Hei Hati, bagaimana dengan barang-barang ini? Apa kamu mau meninggalkan semua isi rumah ini begitu saja?? Banyak kenangan-nya tau. Aku sendiri menjadi saksinya. Kalau barang-barang milik ku hanya sedikit. Itu kardus berisikan Ide, disana kardus berisikan Pencitraan dan yang sedang kamu bereskan itu…… Itu kardus terakhir milikku, isinya Realisasi. Nanti tumpuk saja jadi satu di sudut sana. Hubungi aku kalau kamu sudah selesai membangun rumahnya. Sediakan ruang untukku di rumahmu. Kamu itu tidak bisa ditinggal sendiri, tidak akan seimbang. Harus ada aku yang mengingatkan tingkah pola mu.” Sang Logika mulai memakan sepatu favoritenya, mengangkat ransel berisi gadget-gadget setianya dan melangkahkan kaki meninggalkan rumah Sang Hati.

“Oke tenang saja, aku akan menghubungi kamu begitu rumahnya selesai. Toh aku memang tidak bisa hidup tanpa mu. Nanti aku akan membuat ruang yang cukup luas untuk mu tinggal. Aku tau kamu juga menyenangi kegiatan menata rumah.” Sang Hati melambaikan tangan kepada Sang Logika. Hmm…. harus mulai memilah-milah barang nih…… Di rumah ini juga ada barang-barang pemberian dari Sang Logika, sangat bermanfaat sekali. Ini tidak boleh ditinggal. Yang semangat ya!!!!!” Teriak Sang Hati pada dirinya sendiri.

 

Jakarta, Jumat- 19-Juni-2009

blue heartSejenak tadi Cc berpikir disela-sela waktu menikmati secangkir kopi. Di meja kerja sudah bertebaran dokumen-dokumen, to-do-list, catatan-catatan dan layar monitor menampilkan My New World dan sudah menanti kerjaan lain juga disana.

Cc iseng membuka blog Ai, yang sudah lama sekali belum di update. Terakhir update beberapa hari yang lalu, jeda terakhir posting Ai dengan yang sebelumnya cukup jauh. Cc memikirkan dan membayangkan kesibukan Ai disana. Kurang lebih pasti sama dengan yang Cc alami disini, mungkin malah lebih parah lagi. Pagi-pagi bangun, shalat, dilanjutkan tidur sebentar lagi, kemudian mandi, sarapan dan langsung ke kantor atau ke warehouse untuk memantau dan membantu aplikasi program asset yang sudah dibuatnya selama beberapa bulan belakangan ini. Siang baru kemudian lunch dan lanjut kerja lagi sampai sore. Ada kalanya beberapa bagian program harus ditambahkan sedikit disini dan sedikit disana untuk melengkapi dan mempermudah pekerjaan staff lain dalam menginventarisasi asset. Cc membayangkan kembali Ai yang sudah letih seharian harus melanjutkan pekerjaan tersebut di hotel. Sepi tidak ada orang lain, yang ada hanya pekerjaan, televisi dan Cc yang menelpon setiap malam.

Rindukah Cc pada Ai?? Pertanyaan retoris, tidak harus di jawab. Hati ini sudah berteriak dari kemarin-kemarin. Rindu…..Rindu….Rindu……. Tapi Cc berusaha tegar setegar-tegarnya. Ai lebih butuh support dari pada Cc mengucapkan rindu itu keluar. Kalau Cc sering kali mengucapkan kata rindu, nanti Ai makin merasa tidak tenang malah semakin memikirkan rumah. Nanti yang ada konsentrasinya terbagi dan pekerjaan terhambat. Cc harus bisa menghibur dan menguatkan Ai, sambil juga menguatkan diri sendiri.

IMG_0826Bagaimana menghabiskan malam berjam-jam menelpon dengan Ai?? Tidak melulu hanya bicara dan bicara. Ada kalanya Cc dan Ai bermain game, game online viwawa-Sushido atau bahkan bermain Otelo lewat telepon. Cc di rumah menggunakan papan dan buah otelo sebenarnya sementara Ai berhadapan dengan worksheet exel yang dibuat seperti papan Otelo. Bahkan pada permainan kedua kalinya-tadi malam, Cc menang telak dari Ai :D Malam-malam yang seru dan menyenangkan dihabiskan bersama kekasih tercinta.  Apa yang dibicarakan?? Terkadang ketika sudah tidak ada kata yang terucap dari bibir, hati kami yang berbicara. Cukup dengan Cc duduk tenang di rumah sambil membaca buku sementara Ai melanjutkan pekerjaannya, telepon kami masih dalam kondisi terhubung-online. Sesekali ketika ada hal lucu yang Cc baca di buku dan tidak sadar tertawa, Kami membahas hal tersebut. Atau ketika Ai suntuk-mentok dengan rumus-rumus rumit programnya, bibirnya akan memanggil nama Cc. Tidak perlu kata-kata romantis dengan bahasa pujangga yang rumit untuk menjalin komunikasi dengan orang tercinta. Sederhana………Bermakna…….. Mengandung seribu janji yang nanti terwujud perlahan-lahan namun pasti.

InsyaAllah kalau permohonan Ai dikabulkan, Ai bisa pulang lebih cepat 1mgg dari jadwal yang seharusnya. Tetap berharap, tapi tidak 100% siap melompat girang sebelum tiket pesawat Ai dirubah dan sampai tidak ada perubahan lainnya. Biar hanya bisa pulang 1mgg kemudian harus keluar kota lagi, Cc tetap bersyukur untuk 1mgg yang sangat berharga itu.

Yang sabar dan tetap semangat ya Cintaku!!

Cc akan dengan sabar menunggu kepulangan Ai :* :*

Love you

bertengkarTadi malam Cc mendapat pelajaran yang berharga mengenai nilai mempertahankan sebuah pernikahan atau hubungan dari pengalaman seorang teman. Ada ketakutan tersendiri dalam diri Cc ketika diminta untuk jadi penengah dalam permasalahan mereka. Takut andaikata perkataan atau apa yang Cc pikirkan justru tidak bisa membawa mereka dalam suatu perdamaian yang diinginkan. Sempat terpikir saat itu andaikata Ai ada disini, apa yang akan Ai lakukan. Cc hanya berdoa dalam hati “Ya Tuhan jadikan lah aku pembawa damai, bimbinglah aku agar bisa membantu mereka dengan membagi pemikiran dan tetap menjadi diriku sendiri” Mereka berdua sangat berarti bagi Cc dan Ai. Abang adalah rekan sekerja Ai tapi beda divisi, dan mereka sudah saling mengenal jauh sebelum Cc masuk ke dalam kehidupan Ai.

 Pernikahan sahabat Cc dan Ai, sebut saja Abang (Cc memanggilnya seperti itu karena mengingat usianya yang jauh diatas Ai) dan pasangannya Adek diambang kehancuran. Perbedaan usia mereka sangat jauh, Abang yang berusia akhir kepala 3 sedangkan Adek baru menginjak usia 22tahun. Abang karena tuntutan pekerjaan harus sering keluar kota barang 5-10hari atau kurang. Sementara Adek hanya di rumah mengurus rumah tangga tanpa ada kesibukan lain. Awal pernikahan, mereka sangat mesra, Adek dengan sangat pengertian, mencurahkan 100% perhatiannya untuk Abang. Seluruh dunia Adek hanya ada Abang dan Abang saja.

 Pernikahan mereka hampir menginjak usia 2tahun. Seiring waktu berjalan, Abang semakin dipercaya oleh tempatnya bekerja untuk menangani kegiatan lapangan di luar kota. Waktunya semakin lama semakin berkurang untuk berada di rumah. Adek yang tidak memiliki kegiatan lain ketika Abang tidak ada di rumah perlahan-lahan didera rasa bosan dan suntuk. Adek bukan tipe orang yang sering berkumpul dan bersosialisasi dengan tetangga. Sehingga waktu luangnya hanya dihabiskan di rumah atau bertandang ke rumah Cc dan Ai.

 Karena rasa suntuk itu, Adek protes setiap kali Abang harus bertugas di luar kota. Bukannya mengungkapkan rasa suntuk itu, alih-alih Adek hanya merengut, bersungut-sungut dan mengambil aksi ngambek. Abang menjadi serba salah ketika memberitahukan jadwal kerja keluar kotanya kepada Adek. Abang berusaha memberitahu jauh-jauh hari, Adek ngambek. Abang memberitahu Adek 2hari menjelang tugas keluar kotanya, Adek juga ngambek. Bahkan ketika Abang menuliskan semua jadwal kerja keluar kotanya di kalender rumah mereka, Adek makin meradang. Tapi semua rasa suntuk itu tidak Adek ungkapkan dengan jelas, hanya bersungut-sungut dan berulang kali mengucapkan kata “Adek kesepian, Adek bosan ditinggal terus-terusan”

 Setiap aksi ngambek karena pemberitahuan jadwal kerja keluar kota itu, Abang selalu disambut dengan sikap diam, terkadang dengan marah-marah ketika pulang ke rumah dari kantor. Abang yang sudah letih karena seharian bekerja malah dibombardir dengan kemarahan. Bukan ketenangan yang di dapat, malah semakin semerawut dan makin panas. Abang mencoba mengerti sikap Adek. Kami (Cc dan Ai) berulang kali meminta Abang untuk bersabar dan mencoba mengerti Adek yang kesepian, mengingat usianya yang masih belia dengan rasa egois dan kekanak-kanakan yang lebih dominan. Kami mengusulkan supaya Adek dicarikan kegiatan, kursus atau buka usaha warung kecil-kecilan. Bukannya tidak pernah usul itu ditawarkan ke Adek, tapi Adek yang menyambut negatif usulan Abang. Ketika ditawarkan untuk kursus, Adek malah beranggapan “Adek disuruh kursus supaya ada kesibukan sehingga Abang bisa dengan bebas dan tanpa rasa bersalah pergi-pergi terus”

 Baru belakangan ini saja ketika Cc mengungkapkan keinginan untuk menimba ilmu dan menambah keahlian lain, Adek bisa terbuka matanya. Cc bercerita ingin kursus bahasa asing lain selain Bahasa Inggris atau Kursus Managemen untuk menambah pengetahuan dan referensi kerja supaya bisa lebih dihargai orang ketika bekerja. Adek menjadi terpacu untuk belajar lagi, dan mulai mencari-cari informasi mengenai kursus computer atau bahasa Inggris. Akhirnya Adek memutuskan untuk ikut kursus bahasa Inggris di sebuah Lembaga Bahasa Inggris di dekat rumah.

 Ship&StormSelesaikah masalah “Kesepian” Adek??? Ternyata tidak. Adek masih bersungut-sungut ketika Abang memberitahu akan bertugas keluar kota. Yang lebih parah lagi, Adek mulai mengorek masa lalu Abang. Foto Abang dengan kekasih lamanya dijadikan alasan mereka bertengkar. Adek cemburu menemukan foto-foto Abang di dalam folder laptopnya. Loh kok bisa cemburu sih Dek, kan Abang sudah berkomitmen dan serius menjalankan hubungan ini dengan Adek. Kenapa bisa muncul issue orang ketiga disini?? Itulah Adek…… Hingga malam ini puncak pertengkaran mereka. Abang marah karena Adek tidak menghargai privacy nya dengan membongkar folder-folder pribadi laptop kantornya. Adek cemburu dan meradang karena melihat foto tersebut disalah satu folder di laptopnya Abang.

 Karena pertengkaran yang tidak ada habisnya, Abang merasa letih luar biasa baik secara emosi, psikis dan fisik. Abang bertanya kepada Adek “Sekarang Adek maunya apa? Adek sekarang berubah, tidak seperti dulu lagi. Kok Adek sepertinya merasa disakiti, tersiksa dalam menjalankan hubungan dengan Abang. Apa Adek mau pisah dari Abang??”

Ketika Cc masih di kereta dalam perjalanan pulang, Adek menelpon Cc dan meminta CC ke rumah mereka. Cc sudah merasa ada yang tidak beres karena Abang sempat curhat siangnya lewat chat di YM. Abang menceritakan mengenai kecemburuan Adek yang mulai mengada-ada menganggkat issue orang ketiga dalam hubungan mereka. Cc langsung mengiyakan akan mampir ke rumah mereka. Setelah tidak beberapa lama Adek menelpon, ada sms dari Adek yang mengatakan “Adek tau kalau Adek salah dengan tidak menghormati privacy Abang. Adek salah Kak. Tolong Adek, Adek cinta sekali dengan Abang, Adek sayang Abang, Adek ndak mau pisah dengan Abang. Tolong jadi penengah dan mencarikan solusi bagi Kami Kak……..”

 Wah………. Serius sekali permasalahan ini sampai ada kata “Berpisah”. Begitu Cc menginjakkan kaki di stasiun Lenteng Agung, Cc langsung mencari ojek supaya cepat sampai di rumah mereka. Ketika Cc sampai disana, Abang sedang duduk terpekur di beranda depan sambil mata menerawang jauh, matanya sembab, bahu nya terkulai lemas. Sementara Adek duduk di lantai dapur menangis sesegukan. Cc pamit ke kamar mandi untuk membasuh muka dan cuci kaki sambil dalam hati berdoa, mohon bimbingan Tuhan agar bisa membantu mereka, kemudian Cc duduk di ruang tengah. Satu persatu mereka menyusul Cc ke ruang tengah. Cc meminta Adek untuk mengutarakan semuanya terlebih dahulu, karena Adek yang meminta Cc untuk datang. Kemudian baru meminta Abang untuk mengeluarkan semua uneg-unegnya. Cc berbagi pengalaman dan menceritakan apa yang Cc rasakan ketika ditinggal Ai bertugas keluar kota, bagaimana Cc menyikapi jarak yang terentang, bagaimana keterbukaan Cc dan Ai, semua Cc bagi dengan Abang dan Adek untuk bahan pertimbangan mereka. Cc dan Adek sama-sama sering ditinggalkan pasangan bertugas keluar kota, tapi yang berbeda adalah bagaimana menyikapinya. Cc tanya masing-masing kepada mereka “Sekarang mau nya apa dan bagaimana”

 Abang mengembalikan semua keputusan kepada Adek. Abang hanya minta kepada Adek untuk jadi seperti dulu lagi, yang pengertian, yang mendukung dan menerima Abang secara keseluruhan. Abang mengingatkan kembali bahwa ada 3prioritas dalam hidup Abang: Pekerjaan, Keluarga dan Adek. Semua tidak ada urutan mana yang paling penting, semuanya saling terkait. Abang tidak mungkin berhenti bekerja karena dia tulang punggung keluarganya, bahkan setelah mereka menikah sekalipun. Bukannya Abang tidak mau mencari pekerjaan lain yang tidak mengharuskannya keluar kota. Abang sudah berusaha, tapi mau apalagi rejeki dari Tuhan sudah tertuliskan seperti itu. Adek harus bisa menerima dan mengerti itu. Kalau Adek bisa menerima Abang apa adanya dan mau mengerti, semua permasalahan selesai.

 Cc meminta waktu untuk berdua saja dengan Adek. Semua permasalah dibahas berdua dari sisi wanita. Cc ceritakan lebih detail bagaimana dan apa yang Cc rasakan ketika ditinggal Ai keluar kota. Bagaimana menyikapi rasa sepi dan suntuk, bagaimana mengatasi emosi dan rasa yang berkecamuk padahal Ai sedang jauh disana, bagaimana mengatasi ke-egoisan diri dan lebih mengedepankan semua demi “Kami” bukan demi “Aku”, apa arti komitmen-pernikahan ketika dalam pernikahan bukan lagi 2orang tapi sudah menjadi satu kesatuan Abang-Adek, CC-Ai satu hati, satu rasa, sakit sama dirasa, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, senang dan sedih sama dirasa. Kemudian membahas bahwa kesempatan untuk belajar lagi itu sangat langka, Adek harus bersyukur dan melihat sisi positif nya, dengan begitu Adek makin terampil dan mengatasi rasa sepi. Bukannya justru supaya Abang bebas keluar kota. Cc juga membahas mengenai ruang pribadi masing-masing yang harus dihormati. Dan adek juga bercerita diawal Abang dan dia berhubungan, Abang sudah menceritakan semua tentang dirinya, tentang keluarga dan tentang mantan-mantan kekasih Abang. Tapi Adek tidak ditunjukkan foto-foto Abang dengan mantan kekasihnya Abang sehingga muncul kecemburuan yang tidak beralasan. Adek merasa sangat bersalah sudah melanggar privacy Abang dan takut Abang marah dan membenci dirinya. Cc memberi pengertian sedemikian rupa ke Adek, memberikan pandangan-pandangan dan pendapat dan akhirnya menanyakan apa yang Adek inginkan.

 Selesai dari sisi Adek, Cc menemui Abang dan mengungkapkan semuanya. 2puppies dollDan kembali bertanya “Maunya apa dan bagaimana, apakah permasalah Adek yang sudah melanggar privacy itu adalah issue utama pertengkaran atau bagaimana” Setelah mendengar dari dua sisi, Cc memanggil Adek dan berusaha memaparkan semuanya tidak kurang satu apapun. Setelah semua jelas……. Adek berusaha dan berniat kembali seperti dahulu dan tidak mau berpisah dengan Abang. Mendengar itu Abang sangat berterima kasih sekali dengan usaha Adek. Lega rasanya hati Cc melihat kesalah pahaman dan permasalahan Abang dan Adek bisa terpecahkan.

 Malam yang sangat panjang…….. Penuh ketegangan dan Air mata……… Cc bersyukur bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik, tidak ada perpecahan. Sekarang tinggal bagaimana usaha Adek menjalankan janji dan niat yang diucapkan kepada Abang dan Cc sebagai saksi malam itu.

 Komitmen= Cinta+kesetiaan+pengertian. Rumus itu masih dan akan selalu Cc ingat selama-lamanya. Tentang bagaimana Cinta, Kesetiaan dan Pengertian bisa dijaga, kuncinya adalah KOMUNIKASI. Jangan sampai Komunikasi itu terputus, atau hanya satu arah. Karena itu adalah hal yang vital sekali dalam berumah tangga atau dalam menjalin hubungan. Cc mengambil pelajaran yang sangat-sangat berharga dari pengalaman Abang dan Adek.

Cc akan terus berusaha menjadikan rumus dan kunci itu sebagai pegangan menjalankan kehidupan bersama dengan Ai, orang yang Cc cintai

 

Jakarta, Rabu-16 Juni’09: 05.00am

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.